
Julia Perez
-- Pedangdut Julia Perez atau Jupe ternyata tidak mau mengubah menjadi lebih baik karena orang lain. Ia ingin mengubahnya karena panggilan hati nuraninya. Bukan karena orang lain. Termasuk ustaz yang dijodohkan ibunya tersebut.
Saya sudah bilang kalau saya dijodohkan dengan ustaz tersebut kalau saya berubah itu karena hati. Saya ingin mengabdi untuk Allah, karena memang dari hati
"Saya sudah bilang kalau saya dijodohkan dengan ustaz tersebut kalau saya berubah itu karena hati. Saya ingin mengabdi untuk Allah, karena memang dari hati," ujarnya saat ditemui di Studio milik Anang Hermansyah, di kawasan Jalan Raya Radio Dalam, Jakarta Selatan, Rabu, (21/3/2012).
Begitu pula, ketika dirinya memutuskan untuk mengenakan jilbab. Hal itu akan dilakukannya bukan karena ada paksaan dari orang lain. Tetapi karena memang ada niat dan itikad baik dari dalam dirinya sendiri.
"Jadi bukan karena laki-laki. Bukan karena dipaksa untuk menutupi diri. Bukan saya yang menyesuaikan sama ustad, dia juga nggak perlu menyesuaikan dengan saya. Nggak perlu diburu-buru juga," serunya.
Karena itu, sebelum menikah Jupe ingin melakukan pendekatan personal kepada ustad tersebut. Ia percaya, benih cinta akan tumbuh dalam hatinya jika sering bertemu dan berinteraksi dengan pria pilihan ibunya itu.
"Pokoknya kalau kita sering ketemu, cinta akan tumbuh। Nggak apa-apa deh, aku belum ketemu langsung, kemarin hari pertama mau ketemu tapi kabur," tandasnya.
 |
| Empat dari 10 orang jatuh cinta pada seseorang, namun cintanya tidak berbalas. |
Berapa jumlah mantan Anda? Mungkin Anda akan menjawab dua, lima, bahkan mungkin 10. Namun, jumlah mantan ternyata tidak menunjukkan berapa kali Anda jatuh cinta. Menurut penelitian Opera North, rata-rata orang jatuh cinta empat kali dalam hidupnya.
Hasil survei opera company ini juga menunjukkan bahwa kebanyakan orang memutuskan menikah pada usia 27 tahun, dan 33 persennya menikah dengan cinta pertama mereka. Namun, empat dari 10 orang mengaku menikah dengan pacar kedua, dan 61 persen orang menyesal karena membiarkan hubungan dengan cinta pertamanya pergi.
Seperti yang dialami kebanyakan orang, usia 20-an adalah waktunya mencari pasangan (tepatnya menemukan cinta), terlihat dari delapan dari 10 orang mengalaminya. Kemudian, empat dari 10 orang jatuh cinta di usia 30-an, dan bahkan sepertiga dari 2.000 orang yang disurvei masih menemukan cinta di usia 40-an. Sepertiga orang juga mengaku pernah jatuh cinta dengan lebih dari satu orang pada saat yang bersamaan.
Sayangnya, kita juga harus menghadapi kenyataan. Terbukti, empat dari 10 orang jatuh cinta pada seseorang, tetapi cintanya tidak berbalas. Sepertiga orang yang disurvei pernah berniat kembali dengan mantan kekasih, tetapi hanya satu dari tiga yang berhasil melakukannya.
Yang menarik, terungkap juga bahwa 41 persen orang mengalami "cinta terlarang" karena jatuh cinta dengan orang yang seharusnya tidak mereka miliki, seperti rekan kerja, teman baik, orang asing, bahkan orangtua teman. Ya, kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta, bukan (demikian menurut 77 persen orang yang disurvei)?
 |
| Hijabersmom Community, komunitas yang diresmikan pada 2011 ini kini telah berbadan hukum dengan nama Yayasan Komunitas Hijabersmom (YKHm) dengan keanggotaan berjumlah 5.000 kaum ibu tersebar di Jakarta, Bandung, Pontianak, Yogyakarta, Semarang dan Lombok. |
Komunitas yang beranggotakan kaum ibu berhijab, Hijabersmom Community bukan sekadar ajang kumpul untuk mencari inspirasi gaya berhijab. Bagi Hijabersmom Community, kaum ibu juga butuh wadah untuk mengembangkan diri, menggali potensinya, dan saling mengedukasi mengenai berbagai hal.Memeringati Hari Kartini, Hijabersmom Community mengajak kaum ibu dari berbagai profesi dan latar belakang, untuk membuka wawasannya. Mulai kesehatan perempuan berupa edukasi tentang pencegahan kanker serviks, memberikan akses informasi kepada kaum untuk merencanakan keuangan dengan tabungan dan reksa dana, juga tak ketinggalan inspirasi berbusana muslim dengan menghadirkan desainer ternama."Hijabersmom Community punya kegiatan rutin bulanan, dan event besar per tiga bulan seperti peringatan Hari Kartini ini. Kegiatan lebih bertujuan untuk meningkatkan potensi ibu," jelas Jenny Tjahyawati, salah satu penggagas Hijabersmom Community kepada Kompas Female di sela kegiatan peringatan Hari Kartini di Citywalk Sudirman, Jakarta, Sabtu (28/4/2012).Komunitas yang diresmikan pada 2011 ini kini telah berbadan hukum dengan nama Yayasan Komunitas Hijabersmom (YKHm) dengan keanggotaan berjumlah 5.000 kaum ibu tersebar di Jakarta, Bandung, Pontianak, Yogyakarta, Semarang dan Lombok.Selain menggelar kegiatan rutin untuk meningkatkan spiritualisme dan menambah wawasan di berbagai bidang, komunitas ini juga mendorong kaum ibu lebih kreatif berwirausaha dan menambah keterampilan diri."Kaum ibu butuh wadah berkumpul. Wadah ini tidak jauh dari kegiatan spiritualitas, sekaligus juga wadah untuk mengembangkan diri dalam dunia wirausaha, mendorong kaum ibu untuk menambah keterampilan berbicara di depan umum, mengajak ibu melek finansial. Berbagai topik lain untuk membuka wawasan ingin dihadirkan nantinya seperti asuransi juga parenting," jelas Hannie Hananto, Wakil Ketua II Hijabersmom Community.Komunitas ini membuka diri untuk setiap perempuan yang telah menikah, di atas usia 25. Perempuan dari berbagai profesi, mulai ibu rumah tangga, pengacara, dokter, desainer telah menjadi anggota komunitas ini.Menambah wawasan, mencari inspirasi dan menambah jejaring menjadi manfaat yang ingin didapat dari perkumpulan ini. Lima desainer busana muslim profesional berada di baliknya. Meraka adalah Irna Mutiara, Monika Jufry, Hannie Hananto, Jenny Tjahyawati dan Najua Yanti."Komunitas ini menjadi wadah bagi kaum ibu berhijab untuk bersosialisasi, selain juga memotivasi mereka untuk lebih percaya diri dengan fashion muslim," jelas Hannie.
Kontributor : Kom